Selasa, 10 Desember 2013

KOLOID

*Pengertian Koloid
Istilah koloid pertama kali diutarakan oleh seorang ilmuwan Inggris, Thomas Graham, sewaktu mempelajari sifat difusi beberapa larutan melalui membran kertas perkamen. Zat-zat yang sukar berdifusi tersebut disebut koloid.
Tahun 1907, Ostwald, mengemukakan istilah sistem terdispersi bagi zat yang terdispersi dalam medium pendispersi. Sistem koloid termasuk salah satu dari sistem dispersi. Sistem dispersi lainnya adalah larutan dan suspensi.
Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Koloid merupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer (µm).
Terdapat tiga jenis sistem dispersi, yaitu :
-          Larutan sejati                                           -     Koloid





-          Suspensi
 
*   Perbandingan antara Larutan, Koloid, dan Suspensi

LARUTAN SEJATI
KOLOID
SUSPENSI
KESTABILAN
STABIL
PADA UMUMNYA STABIL
TIDAK STABIL
PENGAMATAN
HOMOGEN
SECARA MAKROSKOPIS BERSIFAT HOMOGEN TETAPI HETEROGEN JIKA DIAMATI DENGAN MIKROSKOP ULTRA
HETEROGEN
JUMLAH FASA
SATU FASA
DUA FASA
DUA FASA
SISTEM DISPERSI
MOLEKULER
PADATAN HALUS
PADATAN KASAR
PENYARINGAN
TIDAK DAPAT DISARING
TIDAK DAPAT DISARING DENGAN KERTAS SARING BIASA, KECUALI DENGAN KERTAS SARING ULTRA
DAPAT DISARING
UKURAN PARTIKEL
< 10-7 cm
(< 1 nm)
10-7 cm s.d. 10-5 cm 
(1 nm s.d. 100 nm)
> 10-5 cm
(> 100 nm)

·   CONTOH LARUTAN SEJATI : larutan gula, larutan garam, spiritus, alkohol 70%, larutan cuka, air laut, udara yang bersih, bensin.
·   CONTOH KOLOID : sabun, susu, jeli, mentega, dan mayonaise.
·   CONTOH SUSPENSI : air sungai yang keruh, campuran air dengan pasir, campuran kopi dengan air, dan campuran minyak dengan air.



*   Pengelompokan Sistem Koloid
Berdasarkan jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya dikenal delapan macam system koloid, yaitu :
                                TERDISPERSI
MEDIUM
PADAT
CAIR
GAS
PADAT
SOL PADAT
EMULSI PADAT
BUSA PADAT
CAIR
SOL (GEL)
EMULSI CAIR
BUIH / BUSA
GAS
AEROSOL PADAT
AEROSOL CAIR
LARUTAN SEJATI

Ingat!!!
Kombinasi antara zat terdispersi gas dan medium pendispersi gas, selalu dan pasti akan membentuk larutan sejati, bukan koloid.
a.     Sol Padat (Padat-Padat)
Description: sptpDescription: wdhairsuci_jabar
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa padatan. Contoh : Paduan logam (alloy), kaca berwarna, gelas warna, intan, tanah, permata, perunggu, belerang, emas, dan kuningan.
b.     Emulsi Padat (Cair-Padat)
Description: keju5Description: ms_con_simas_spesialDescription: mutiara
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa padatan. Contoh : Keju, mentega, mutiara, selai, jeli, nasi, agar-agar, padat  lateks, semir padat, dan lem padat
c.      Busa Padat (Gas-Padat)
Description: BreadDescription: 71562_pumices
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa padatan. Contohnya : batu apung, karet busa, dan Styrofoam.
d.     Sol / Gel (Padat-Cair)
Description: Ep24aDescription: scote
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa cairan. Contohnya : lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, gel silica, sol detergen, tinta tulis, air sungai berlumpur dan cat.
e.      Emulsi Cair (Cair-Cair)
Description: milkismilkcarton2Description: mainiceDescription: 26400_MAYONAISEDescription: BabyLotionDescription: t_CoconutExtract
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa cairan. Contohnya : santan, dan susu.
f.       Description: BUIH.jpgBuih / Busa (Gas-Cair)
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa cairan. Contohnya : buih sabun, buih air laut, krim kocok, dan putih telur.

g.     Description: GAS.jpgAerosol Padat (Padat-Gas)
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa gas. Contohnya: asap dan debu di udara.


h.     Aerosol Cair (Cair-Gas)
Description: case-study-spray-top.jpgDescription: kabut
Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa gas. Contohnya : semprot rambut (hair spray), semprot obat nyamuk, parfum, cat semprot, kabut dan awan.

FAKTA ASI

ASI
Air susu ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. ASI Eksklusif (menyusui dengan ASI saja sampai bayi berumur 6 bulan) merupakan nutrisi bagi bayi berupa air susu ibu tanpa memberikan makanan tambahan, cairan, ataupun makanan lainnya, hingga berumur 6 bulan.

Perlu diingat!!!
Apabila bila asi dijemur dibawah sinar matahari langsung, maka dalam beberapa jam berubah warnanya menjadi merah seperti darah, hal ini disebabkan karena reaksi kimia yang dikarenakan asi mengandung berbagai macam protein dan vitamins.

HAL­-HAL YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI
a.       Makanan.
b.      Ketenangan jiwa dan pikiran.
c.       Penggunaan alat kontrasepsi.
d.      Perawatan payudara.
e.       Anatomis payudara.
f.       Faktor fisiologi.
g.      Pola istirahat.
h.      Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan.
i.        Faktor obat-obatan.
j.        Berat lahir bayi.
k.      Umur kehamilan saat melahirkan.
l.        Konsumsi rokok dan alkohol.

MANFAAT ASI BAGI BAYI
·         Menyelamatkan kehidupan bayi.
·         Makanan “terlengkap” untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan pertama.
·         Mengandung antibodi (terutama kolostrum) yang melindungi terhadap penyakit terutama diare dan gangguan pernafasan.
·         Meningkatkan tumbuh kembang secara normal karena hanya terjadi sedikit infeksi, oleh karena itu mencegah menjadi badan pendek.
·         Selalu bersih.
·         Selalu siap tersedia dan dalam suhu yang sesuai.
·         ASI mengandung komponen laktosa (penting untuk perkembangan otak manusia), protein, dan lemak yang mudah dicerna oleh system pencernaan bayi yang baru lahir.
·         Melindungi terhadap alergi, asma, diabetes, obesitas, dan sudden infant death syndrome (SIDS).
·         Mengandung cairan yang cukup untuk kebutuhan bayi dalam 6 bulan pertama (87% ASI adalah air).
·         Isapan bayi membantu perkembangan gigi dan perkembangan otot-otot muka.
·         Hubungan fisik ibu-bayi baik untuk perkembangan bayi : kontak kulit ibu ke kulit bayi yang sering mengakibatkan perkembangan psikomotor maupun social yang lebih baik bagi bayi bersangkutan.
·         Bayi yang mengkonsumsi ASI selama 6 bulan pertama memiliki tingkat EQ yang baik dan IQ 5-10 kali lebih tinggi dibanding bayi yang tidak mengkonsumsi ASI.
MANFAAT ASI BAGI IBU
·         Pemberian ASI memberikan 98% metode kontrasepsi yang efisien selama 6 bulan pertama sesudah kelahiran BILA diberikan hanya ASI saja (eksklusif) dan belum terjadi menstruasi kembali.
·         Memberikan efek menenangkan. menyusui menstimulasi produksi beta endorphin yang memberi perasaan damai dan rilek serta m,engurangi kecemasan
·         Menempelkan segera bayi pada payudara membantu pengeluaran plasenta karena isapan bayi merangsang kontraksi rahim, oleh karena itu menurunkan risiko perdarahan pasca persalinan.
·         Memberikan ASI segera (dalam waktu 60 menit) membantu meningkatkan produksi ASI dan proses laktasi.
·         Isapan puting yang segera dan sering membantu mencegah payudara bengkak.
·         Pemberian ASI membantu mengurangi beban kerja ibu karena ASI tersedia kapan dan dimana saja.  ASI selalu bersih, sehat dan tersedia dalam suhu yang cocok.
·         Pemberian ASI ekonomis.
·         Meningkatkan hubungan batin  ibu-bayi.
·         ASI bisa membakar kalori ibu dan menurunkan risiko kanker payudara setelah menopaouse nanti.
·         Menguatkan tulang. Risiko osteoporosis berkurang 75% dibanding ibu yang memberi susu formula.

TANTANGAN MENGGUNAKAN ASI
·         Umumnya, ibu yang pertama kali menyusui akan merasa tidak nyaman saat menyusui bayinya, sehingga dibutuhkan teknik khusus untuk membuatnya merasa nyaman.
·         Bayi akan lebih sering menyusui ASI dibandingkan dengan susu formula, ini karena ASI lebih cepat dicerna oleh tubuh bayi sehingga bayi akan cepat pula merasa lapar, sehingga tidak ada jam khusus untuk bayi menyusui ASI.
·         Ibu yang memberikan ASI harus menjaga pola makannya termasuk tidak boleh mengkonsumsi kafein berlebih dan membatasi penggunaan obat-obatan jika sang ibu sakit.

MANFAAT SUSU FORMULA
·         Ibu yang memberikan susu formula pada bayinya akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk beraktifitas di luar seperti bekerja, sehingga ibu bisa tetap bekerja namun tidak melupakan bayinya.
·         Susu formula lebih lama dicerna oleh tubuh bayi karena komponen yang terkandung di dalamnya lebih kompleks, sehingga waktu pemberian susu formula lebih sedikit dibandingkan dengan ASI.
·         Susu formula terbuat dari susu sapi, maka lebih banyak mengandung protein yang bermanfaat untuk perkembangan otot. Hal ini karena sapi butuh otot kuat agar bisa menghasilkan banyak energy.
·         Di dalam susu formula mungkin ada zat-zat serupa, namun tidak semua zat dapat dijumpai, seperti oligosakarida yang hanya terkandung di dalam ASI.





TANTANGAN SUSU FORMULA
·         Botol yang digunakan dalam pemberian susu formula harus higienis dan disteril lebih dahulu untuk menghindari infeksi bakteri ataupun virus, sehingga penyiapannya lebih repot.
·         Antibodi yang terdapat disusu formula tidak selengkap ASI, sehingga bayi akan kekurangan beberapa antibody, dan lebih rentan terkena penyakit.
·         Orang tua juga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli susu formula.
·         Harus dicari susu formula yang cocok untuk bayinya sehingga tidak menimbulkan alergi.

MANFAAT MENYUSUI BAYI SECARA LANGSUNG
·         Bayi yang sedang menyusu pada payudara harus menggunakan energi 60 kali lipat untuk mendapatkan makanannya dibandingkan bayi yang minum dari botol dot. Otot rahang bayi terus berlatih keras menyusu sehingga mendorong pertumbuhan bentuk rahang yang baik dan lurus serta gigi yang sehat.

TANTANGAN MENGGUNAKAN DOT PADA BAYI
·         Gangguan pertumbuhan rongga mulut, rahang dan gigi geligi (maloklusi).
Perkembangan rahang dengan bentuk yang baik lebih banyak ditemukan
pada bayi yang disusui. Hal ini diketahui menurunkan kemungkinan anak mengalami
masalah mendengkur dan apnea saat tidur (berhenti nafas secara tiba-tiba), saat
dewasa kelak.
·         Anak pengguna dot itu mengalami karies terutama pada gigi atas bagian depan.
Gigi mereka tampak menghitam dan keropos (caries dentist), akibat paparan gigi terhadap susu. Keadaan ini sering disebut sebagai nursing bottle caries.  Bakteri yang normal ada didalam mulut memanfaatkan komponen gula yang ada dalam cairan seperti susu, jus atau air gula yang ada dalam botol, menghasil asam yang akan merusak gigi anak. Bahkan banyak  anak mengalami peradangan pada gusinya, akibat caries yang mencapai bagian dasar dari gigi yang melekat di gusi (gingivitis) yang merupakan keadaan yang berbahaya karena kuman dengan leluasa dapat memasuki pembuluh darah yang ada dalam gusi . Pembuluh darah yang ada dalam gusi adalah pembuluh darah yang ada didaerah atas dari tubuh manusia yang terhubung dengan pembuluh darah besar menuju jantung dan dapat sangat berbahaya bila dimanfaatkan oleh kuman . Walaupun tidak semua anak mempunyai resiko terjadi endocarditis (peradangan pada bagian jantung), namun caries dentis atau gingivitis merupakan keadaan yang tidak baik untuk kesehatan gigi dan mulut anak.
·         Bingung putting.
Berikut ini adalah tanda-tanda bingung puting (dari La Leche League
International).
a.       bayi membuka mulut tapi tidak melekat
b.      bayi menggoyangkan kepala dari satu sisi ke sisi lain, menengadah ke belakang,
mencari-cari puting dan kelihatan bingung
c.       bayi bereaksi dengan menjerit dan atau melengkungkan punggungnya
d.      bayi tidak membuka mulut cukup lebar untuk melekat pada payudara
e.       lidah bayi tidak menjulur ke garis gusi bawah, tapi justru naik dan terangkat
f.       lidah bayi tidak melengkung di sekeliling puting seperti seharusnya (seperti
roti di sekeliling sosis pada hotdog)
g.      bayi kelihatan melekat tapi tidak menghisap
·         Kelainan dan hambatan kemampuan berbicara.
Masalah tongue thrust sering ditemui pada bayi yang diberi botol dot karena
mereka terbiasa berusaha memperlambat aliran susu yang datang dari dot. Hal ini
dapat menyebabkan masalah kemampuan berbicara dan juga masalah atau kebiasaan lain seperti bernafas lewat mulut, menggigit bibir, penyakit gusi dan penampilan yang kurang baik.
·         Resiko infeksi.
Penggunaan dot sering dihubungkan dengan meningginya kejadian infeksi pada bayi karena transmisi mikroorganisme patogen, antara lain timbulnya otitis
media, thrush atau sariawan, diare dan infeksi saluran nafas. Salah satu infeksi
yang paling umum terjadi adalah Otitis Media Akut (OMA). Hal ini mungkin
berhubungan dengan ketidakseimbangan tekanan antara rongga telinga tengah dan
nasofaring, yang akan merusak fungsi tuba Eustachius. Aktivitas menyedot saat
bayi mengempeng dapat menarik cairan dari kerongkongan ke saluran tengah telinga
sehingga lebih mudah terinfeksi bakteri. Selain itu teori lain menyebutkan bayi
bisa sakit akibat terpapar kuman yang ada pada dotnya.

PERBEDAAN ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA
1.     SUMBER GIZI SEMPURNA
·         ASI
Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi.
ASI juga mengandung Whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada Casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.
·         Susu formula
Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. Perbandingan whey dan casein dalam susu sapi adalah 20:80.

2.     MUDAH DICERNA
·         ASI
Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang dari 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan.
·         Susu formula
Lebih sulit dicerna karena tidak mengandung enzim pencernaan. Akibatnya, lebih banyak sisa pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme (proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi energi, sel-sel baru, dan lain-lain) yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.





3.     KOMPOSISI SESUAI KEBUTUHAN
·         ASI
Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Misalnya KOLOSTRUM (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal kelahiran) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan Laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan).
Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang memang belum berfungsi optimal. Selain itu komposisi ASI pada saat mulai menyusui (Fore Milk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (Hind Milk).
Kandungan protein Fore Milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan dengan Hind Milk (berwarna putih dan kental). Makanya, jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis.
·         Susu formula
Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).

4.     MENGANDUNG ZAT PELINDUNG
·         ASI
Mengandung banyak zat pelindung, antara lain immunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup. Selain itu, ASI mengandung faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkan oleh infeki beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli.
·         Susu formula
Hanya sedikit mengandung IMMUNOGLOBULIN, dan sebagian besar merupakan jenis yang "salah" (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi). Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup.

5.     CITA RASA BERVARIASI
·         ASI
Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.
·         Susu formula
Bercita rasa sama, dari waktu ke waktu.

FAKTA LAINNYA TENTANG MENYUSUI
ü  Kulit ibu bersifat termoregulator, karena kulit dada ibu yang melahirkan satu derajat lebih panas dari ibu yang tidak melahirkan. "Jika bayinya kedinginan, suhu kulit ibu otomatis naik dua derajat untuk menghangatkan bayinya dan demikian sebaliknya.
ü  Bayi akan menjilati kulit ibunya untuk mengkonsumsi sejumlah bakteri yang ia perlukan. Bakteri ini nantinya akan berkembang biak membentuk probiotik di kulit dan usus si jabang bayi.
ü  IMD ini juga dapat merangsang pengeluaran hormon oksitoksin pada ibu yang dapat mengurangi resiko pendarahan. "Dengan demikian berarti bahwa proses alamiah ini juga mampu menekan angka kematian ibu melahirkan.
ü  Dengan asumsi harga 1 kaleng susu formula yang mencapai Rp 60 ribu, saat ini hampir 4,5 juta bayi lahir di Indonesia per tahunnya. Jika para bayi tersebut hanya diberi susu formula selama 6 bulan, dengan asumsi harga 1 kaleng susu formula yang mencapai Rp 60 ribu maka dibutuhkan dana kurang lebih sekitar Rp 3,6 juta per bayi, atau Rp 14.850 triliun untuk menghidupi 4,5 juta bayi tersebut.
ü  Ada beberapa jenis gangguan yang dapat dicegah, antara lain adalah, gangguan perhatian atau autisme, gangguan cara berpikir, tingkah laku agresif, gangguan bersosialisasi dan lain-lain. Selain itu, kurangnya pemberian ASI juga dapat mengurangi tingkat kecerdasan bayi.
ü  Menekan kekurangan gizi, yang dapat menyebabkan 15-20 persen sel otak berkurang.

Senin, 09 Desember 2013

6 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Merusak Kulit Perlahan-lahan


Jakarta - Kerusakan pada kulit wajah tidak selalu disebabkan oleh salah pemakaian kosmetik, polusi atau paparan sinar matahari. Banyak kebiasaan yang Anda lakukan, yang tanpa disadari merusak kesehatan kulit perlahan-lahan. Apakah wajah Anda terlihat kusam, menua sebelum waktunya atau sering timbul jerawat? Mungkin ada satu atau lebih dari enam kebiasaan ini yang kerap Anda lakukan. Hindari segera untuk mencegah kerusakan kulit bertambah parah.

1. Tidur dengan Make-up Masih Menempel
Tidur tanpa membersihkan wajah terlebih dahulu bisa merusak kulit. Sebab riasan akan menyumbat pori-pori kulit dan menghalangi kelenjar sebum untuk bernapas. Kebiasaan buruk inilah yang bisa menimbulkan jerawat dan noda pada wajah. Tidur dengan make-up yang masih melekat di wajah juga bisa meninggalkan residu di bantal yang memicu penumpukan bakteri. Ketika Anda tidur dengan bantal dan sprei yang sama, bakteri tersebut bisa membuat wajah infeksi.

2. Terlalu Banyak Minum Kopi
Kopi memang memberikan energi yang membuat tubuh lebih segar dan berenergi dengan seketika. Tapi di sisi lain, minuman berkafein ini bisa menyebabkan kulit lebih cepat menua dan berkeriput. Boleh saja meminum kopi tiap hari, tapi batasi konsumsinya maksimal dua cangkir per hari. Lebih dari itu, Anda akan mempercepat proses penuaan.

3. Paparan Klorin yang Berlebihan
Bagi pencinta olahraga renang, aktivitas ini sebenarnya baik untuk membentuk postur tubuh jadi lebih baik dan menyehatkan sistem pernapasan. Renang juga olahraga yang cepat membakar kalori sehingga jadi pilihan ideal jika Anda ingin cepat langsing. Tapi jika tidak hati-hati, olahraga ini tidak terlalu baik untuk kulit. Kolam renang umumnya mengandung klorin yang digunakan untuk menjernihkan air. Bahan ini bisa membuat kulit kering dan menghilangkan kelembabannya. Ditambah lagi, klorin akan tetap tertinggal di kulit bahkan ketika Anda sudah mandi. Untuk mencegah kerusakan kulit akibat klorin, gunakahlah sabun mandi berkualitas baik dan loofah untuk mengelupaskan lapisan klorin yang menempel di kulit.

4. Terlalu Sering ke Spa
Siapa yang tidak suka memanjakan diri dan merawat kecantikan ke spa? Perawatan spa boleh dilakukan dan bahkan disarankan untuk menjaga kecantikan kulit. Tapi sebaiknya cukup lakukan dua minggu atau satu bulan sekali. Terlalu sering pergi ke spa justru bisa membuat kulit mengendur karena proses perawatannya cenderung melemahkan kolagen, sehingga kulit berkurang elastisitasnya. 

5. Memenceti Jerawat
Jerawat yang 'menghiasi' wajah memang sangat menyebalkan sehingga Anda ingin menghilangkannya dengan cara memencetnya. Tapi cara ini hanya akan merusak kulit dan menimbulkan bopeng hingga jaringan parut yang mengganggu penampilan. Lebih buruk dari itu, memenceti jerawat akan memicu pertumbuhan jerawat baru dan infeksi. 

6. Memakai Ponsel Sepanjang Waktu
Banyak orang yang tidak bisa lepas dari ponselnya. Ternyata hal ini juga menjadi faktor penyebab jerawat dan kerusakan kulit. Pemakaian ponsel selama berjam-jam bisa memicu tumbuhnya jerawat yang mengganggu. Jika jerawat muncul lebih banyak di sekitar pipi, kemungkinan disebabkan karena penggunaan ponsel yang terlalu lama. Penyebabnya adalah bakteri yang mungkin terbentuk di layar ponsel dan berpindah ke wajah ketika Anda menelepon. Untuk menghindarinya, rajin-rajinlah membersihkan ponsel dengan tisu antisepstik atau gunakan perangkat hands-free.

(hst/hst)

sumber :